Photobucket

Saturday, February 12, 2011

JIKA BELUM SIAP; CINTAI DIA DALAM DIAM

Bila belum siap melangkah lebih jauh dgn seseorang,cukup cintai ia dalam diam…

Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya…

Ku ingin memuliakan dia,dgn tidak mengajaknya menjalin hubungan yg terlarang,

kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya…

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..


Menghindarkan dirimu dari hal-hal yg akan merusak izzah dan iffahmu..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..

Karena mungkin saja orang yg kau cinta adalah jg orang yg telah Allah swt pilihkan utkmu..

Ingatlah kalian tentang kisah Siti Fatimah dan Ali.? Yg keduanya saling memendam apa yg


mereka rasakan… Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dlm ikatan suci nan indah…

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ….

kekuatan harapan.. Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata


hingga cintamu yg diam itu dapat berbicara dlm kehidupan nyata……

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba-NYA yg berharap pada-


NYA..?

Dan jika memang ‘’CINTA DALAM DIAMMU’’itu tak memiliki kesempatan utk berbicara di


dunia nyata…. Biarkan dia tetap diam..

Jika dia memang bukan milikmu,toh Allah.melalui wkt akan menghapus’’CINTA DALAM


DIAMMU’’itu dgn member rasa yg lebih indah dan orang yg tepat..

Biarkan””CINTA DALAM DIAMMU””itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu


menjadi rahasia antara kau dgn sang Pemilik hatimu cintamu..

Aku mencintaimu dalam diam..

Saturday, February 5, 2011

Hrithik Roshan’s fitness secrets

Hrithik Roshan’s upper torso is fabulous; his muscles broad and well built. His biceps have an enviable sharpness. The strength of his back muscles is admirable and his abs are super chiseled. That agile lean bod didn’t come overnight for Bollywood’s blue-eyed hero. “Commitment is Hrithik’s key to
related stories

* Generous Hrithik Roshan gifts lakhs!

fitness,” says Satyajit Chaurasia, the fitness instructor who has been training Roshan for the last eight years.

Eating junk
For a person like him who absolutely worships fitness, essaying the role of a paraplegic magician in Sanjay Leela Bhansali’s Guzaarish was a challenge. “He had to give up regular exercising for two months. Out of habit, he would still gym for 2 days a week but with lower intensity. To gain eight kilos in two months, he ate all sorts of junk food including one vadapav for every meal, pizza, samosas, sweets and chocolates,” says Chaurasia.

Losing 8 kilos in 40 days
Chaurasia says, “Since Roshan has been working out for almost 15 years, his muscle memory is fantastic. His metabolism is high, so with regular concentrated exercise and a strict diet he was able to lose 8 kilos in 40 days.” “A constant regime of one hour cardio and another half an hour stretches and exercises for abs was followed every morning,” says Chaurasia. “We did concentrated exercises for one or two body parts every day for one and half hour every evening.” After the exercises he would do 500-1000 times skipping for ten minutes everyday. This itself helped him lose 500-700 calories in one go.

Hrithik RoshanFollows international fitness trends
“Roshan is always open to trying new techniques and style. He follows fitness trends worldwide and reads international magazines on fitness and bodybuilding. Exploring new fitness trends and inculcating them in his regime gives him a good mental boost and excitement while training. In the gym, he is like a school kid. He maintains a daily journal of his exercise routine.”

Monitoring Results
“He uses a Polar watch that can be tied on the wrist. The watch gives a calorie count and pulse rate. On the watch, he can look at his entire year’s work out results.”

Arms (Monday)
Biceps and Triceps
Dumbell 21 (for power and sharpness of bicep muscle) x Tricep pulley push down (for tricep muscles)
Barbell curl (for entire size and strength of arms) x Line tricep extension (Difficult, yet famous exercise. Good for size and strength)
Concentration curls (for bicep peak and roundness of muscle) x Overhead tricep muscles (for sharpness of tricep muscles)
Hammer dumbbell curl (for outer biceps and upper forearm) x Tricep kick back (to be done with light weight; for sharpness of triceps) and Reverse curl (for outer forearm area, strengthens the wrist and gives good power hold in your fist)
Wrist curl (for inner forearm)

Chest (Tuesday)
Plain Bench Press (for complete chest) x Dumbbell fly (for outer pectoral muscles)
Incline Dumbbell press (for upper chest) x Cross pulley ( for inner definition/size and hardness of chest muscle)
Decline flies (for lower chest) x pullovers (expands rib cage and gives good posture)

Back (Tuesday)
Chin ups (This exercise takes more strength. Best workout for the back. Gives good power and sharpness for size)
Dumbbell rowing (for lower leg and back – strengths lower lads muscles)
Rowing pulley (Different variation of back exercise, gives stability in the spine and again works for entire back)

Shoulders (Wednesday)
Side lateral (for front and middle deltoids//shoulder muscles)
Front raises (for front deltoid)
Tea cups (for front shoulder muscles)
Dumbbell press (for entire shoulders)
Shrugs ( for trapeze muscles near the neck)

Legs (Thursday)
Leg extension (For entire legs, the quadriceps i.e. front muscles of the leg)
Free squats (most conventional exercise, gives power and size to leg)
Lunges (helps give shape to the butt; Walking lunges helps lose lots of calories; takes care of lower body fitness)
Leg curls (for hamstrings i.e. backside muscles of leg)
Good morning (Hrithik’s favourite exercise for lower back)
Hyper Extension (for strengthening lower back)
CaLF Exercise (for calf muscles which is the most stubborn muscle to grow)

All exercises are to be done in 3 sets with repetitions of 10-12-15. Depending on energy levels take a break on the fifth day or continue the same routine.

Daily Diet

Breakfast
4 egg whites, 2 brown bread, a protein shake, nuts, corn flakes with milk, fruit platter.

Lunch
2 roti, green vegetables, chicken breast, dal, caesar salad, fish platter Snack
Protein shake, egg white sandwich/fruit plate

Dinner
6 egg whites, brown bread, ½ chicken or fish with stir fried vegetables
Caesar salad during workout
1 banana

Completely cut down on oil. Not more than 2 teaspoons of oil in a day.
Cut down on sodium and absolutely no sugar. Don’t fill the stomach more than 70% not complete 100%
4-6 glasses of water
45 minutes after workout, take a meal. Sleep at least one hour after the meal.

Friday, December 24, 2010

Ucapan “Shadaqallahul ‘Azhim” setelah membaca Al Quran?

Bacaan “shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al Qur’an merupakan perkara yang tidak asing bagi kita tetapi sebenarnya tidak ada tuntunannya, termasuk amalan yang tidak ada contoh dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dan para sahabatnya, bahkan menyelisihi amalan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam ketika memerintahkan Ibnu Mas’ud untuk berhenti dari membaca Al Qur’an dengan kata “hasbuk”(cukup), dan Ibnu Mas’ud tidak membaca shadaqallahul’adzim.

Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan:
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam telah berkata kepadaku, “Bacakan kepadaku (Al Qur’an)!” Aku menjawab, “Aku bacakan (Al Qur’an) kepadamu? Padahal Al Qur’an sendiri diturunkan kepadamu.” Maka Beliau menjawab, “Ya”. Lalu aku membacakan surat An Nisaa’ sampai pada ayat 41. Lalu beliau berkata, “Cukup, cukup.” Lalu aku melihat beliau, ternyata kedua matanya meneteskan air mata.

Syaikh Muhammad Musa Nashr menyatakan, “Termasuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah) yaitu mayoritas qori’ (orang yang membaca Al Qur’an) berhenti dan memutuskan bacaannya dengan mengatakan shadaqallahul ‘azhim, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentikan bacaan Ibnu Mas’ud dengan mengatakan hasbuk (cukup). Inilah yg dikenal para salaf dan tidak ada keterangan bahwa mereka memberhentikan atau mereka berhenti dengan mengucapkan shadaqallahul ‘azhim sebagaimana dianggap baik oleh orang-orang sekarang”. (Al Bahtsu wa Al Istiqra’ fi Bida’ Al Qurra’, Dr Muhammad Musa Nashr, cet 2, th 1423H)

Kemudian beliau menukil pernyataaan Syaikh Mustafa bin Al ‘Adawi dalam kitabnya Shahih ‘Amal Al Yaumi Wa Al Lailhlm 64 yang berbunyi, “Keterangan tentang ucapan Shadaqallahul’azhim ketika selesai membaca Al Qur’an: memang kata shadaqallah disampaikan Allah dalam Al Qur’an dalam firman-Nya,

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah:’Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.’ Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.” (Qs Ali Imran:95)

Memang benar, Allah Maha Benar dalam setiap waktu. Namun masalahnya kita tidak pernah mendapatkan satu hadits pun yang menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri bacaannya dengan kata “Shadaqallahul’azhim.”

Di sana ada juga orang yang menganggap baik hal-hal yang lain namun kita memiliki Rasulullah shallallanhu’alaihi wa sallam sebagai contoh teladan yang baik. Demikian juga kita tidak menemukan satu atsar, meski dari satu orang sahabat walaupun kita mencukupkan pada hadits-hadits Nabi shallallanhu’alaihi wa sallam setelah kitab Allah dalam berdalil terhadap masalah apa pun. Kami telah merujuk kepada kitab Tafsir Ibnu Katsir, Adhwa’ Al Bayan, Mukhtashar Ibnu katsir dan Fathul Qadir, ternyata tak satu pun yang menyampaikan pada ayat ini, bahwa Rasulullah shallallanhu’alaihi wa sallam pernah mengakhiri bacaannya dengan shadaqallahul ‘azhim.(Lihat Hakikat Al Maru Bil Ma’ruf Wa Nahi ‘Anil munkar, Dr Hamd bin Nashir Al ‘Amar,cet 2)

Bila dikatakan “Cuma perkataan saja, apa dapat dikatakan bid’ah?” Perlu kita pahami,bahwa perbuatan bid’ah itu meliputi perkataan dan perbuatan sebagaimana sabda Rasulullah shallallanhu’alaihi wa sallam,

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR Muslim)

Sehingga apa pun bentuknya, perkataan atau perbuatan yang dimaksudkan untuk ibadah yang tidak ada contohnya dalam agama, maka ia dikategorikan bid’ah. Bid’ah ialah tata cara baru dalam agama yang tidak ada contohnya, yang menyelisihi syariat dan dalam mengamalkannya dimaksudkan sebagai ibadah kepada Allah.

Wallahu a’lam.